Senin, 07 November 2011

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN


1.       Pengertian Perusahaan
Perusahaan yaitu suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi suatu barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah perantara atau proses, sehingga kesimpulan  dari perusahaan yaitu tempat melakukan proses hasil produksi yang dimana hasil produksi bisa sampai langsung digunakan oleh manusia.
2.       Letak Kedudukan Dan Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efisiensi perusahaan, terutama dalam hal biaya.
 Kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan Contoh bentuk lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang. kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain.
Kesimpulannya, Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan dari perusahaan tersebut.
3.       Perusahaan Dan Lembaga Sosial
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan, salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan suatu hubungan antar manusia saat menjalankan kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di dalam lingkungan masyarakat tersebut, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
Pengertian istilah lembaga sosial dalam bahasaInggris adalah social institution, namun social institution juga diterjemahkan sebagai pranata sosial. Hal ini dikarenakan social institution merujuk pada perlakuan mengatur perilaku para anggota masyarakat. Ada pendapat lain mengemukakan bahwa pranata sosial merupakan sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Istilah lain yang digunakan adalah bangunan sosial yang diambil dari bahasa Jerman sozialegebilde dimana menggambarkan dan susunan institusi tersebut.
CIRI dan KARAKTER LEMBAGA SOSIAL:
Meskipun lembaga sosial merupakan suatu konsep yang abstrak, ia memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat dikenali.
Menurut J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul "Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial" (General Features of Social Institution) menguraikan sebagai berikut:
·         Lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya. Ia terdiri atas kebiasaan-kebiasaan, tata kelakukan, dan unsur-unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
·         Lembaga sosial juga dicirikan oleh suatu tingkat kekekalan tertentu. Oleh karena lembaga sosial merupakan himpunan norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokok, maka sudah sewajarnya apabila terus dipelihara dan dibakukan.
·         Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, demikian juga lembaga perkawinan,perbankan, agama, dan lain- lain.
·         Terdapat alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, pura, dan vihara untuk lembaga agama.
·         Lembaga sosial biasanya juga ditandai oleh lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambar tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.
Sedangkan seorang ahli sosial yang bernama John Conen ikut pula mengemukakan karakteristik dari lembaga sosial. Menurutnya terdapat sembilan ciri khas (karakteristik) lembaga sosial sebagai berikut.
·         Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
·         Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
·         Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya.
·         Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial yang lain.
·         Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing lembaga sosial disusun dan di- organisasi secara sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
4.       Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaan

Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyi beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Tanggung jawab sosial menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh-pengaruh sosial di samping juga pengaruh ekonomi dari keputusan-keputusannya. Ini berlaku bagi semua perusahaan tanpa memandang besar ,lokasi ,atau industrinya.
PENGERTIAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan perusahan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekternal yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor-fakor yang dapat mepengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut.
Pemilihan tempat dan letak perusahaan merupakan faktor penting untuk menjamin tercapainya:
• Tujuan perusahaan
• Efisiensi perusahaan
• Daerah pemasaran produk
Tempat kedudukan perusahaan, adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran suatu hubungan dengan lembaga yang lainnya.
 Letak perusahaan, adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang bersangkutan dengan biaya.
 Jenis-jenis letak perusahaan, dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
a. Terikat pada alam, Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan tambang emas, minyak bumi.
b. Terikat sejarah, Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
c. Ditetapkan oleh pemerintah, Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
d. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, Seperti yang bersifat industri adalah: ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.
5.       Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri/beradaptasi dengan lingkungan akan tersingkir dari persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan kemudian diolah oleh para usahawan. Pada mulanya telah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.

Senin, 10 Oktober 2011

RUANG LINGKUP BISNIS

1.       PENGERTIAN BISNIS & JENISNYA
Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu keseluruhan aspek kegiatan dalam menyalurkan barang dengam melalui saluran yang produktif, dimulai dengan membeli bahan baku/barang mentah diolah hingga menjadi barang jadi/siap pakai.
Menurut hughes dan kapoor bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang teroganisir untuk menghasilkan laba dalam bentuk  menjual produk dan jasa, guna mendapatkan keuntungan/laba dalam memenuhi kebutuhan konsumen/masyarakat dalam tingkat tertentu.
Secara konsep, bisnis dapat digambarkan sebagai proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan memiliki suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh keuntungan.
Jenis-jenis  Bisnis
Monopsoni, adalah keadaan ketika satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni seringkali terjadi dikawasan Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen.  Contohnya : hanya ada yang satu perusahaan di Indonesia yang semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI, yaitu perusahaan Kereta Api.
Monopoli, (dalam bahasa Yunani: monos berarti satu dan polein berarti menjual) yaitu suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Oligopoli, adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.  Pada umumnya mempunyai jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dalam permainan pasar, di mana keuntungan tergantung dari pesaing mereka. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk dari industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Oligopsoni, adalah keadaan ketika dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.
2.       Tujuan Kebijakan Bisnis
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh pelaku bisnis dari bisnis yang mereka tekuni dan merupakan gambaran/cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan dapat dilakukan oleh anggota-anggota organisasi perusahaan. Tujuan bisnis diantaranya :
Profit (keuntungan)                             : berbisnis untuk memperoleh laba.
Growth (pertumbuhan)                       : berbisnis untuk pertumbuhan ekonomi.
Continuity (berkesinambungan)          : berbisnis dengan tujuan kontinu.
Stability (stabilitas)                             : berbisnis untuk kestabilan keuangan.
Public service (pelayanan umum)        : berbisnis untuk membuka pelayanan umum (jasa).
Wellfare (sejahtera)                             : berbisnis untuk kesejahteraan.

Tujuan bisnis dalam ilmu ekonomi: Memperoleh keuntungan yang setimpal.
Tujuan bisnis dalam ilmu sosial: Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen/masyarakat.
3.       Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan suatu sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di Negara tersebut. Perbedaan yang  mendasar antara suatu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur suatu factor produksinya.
Sistem Pasar adalah suatu sitem ekonomi ketika keseluruh kegiatan ekonominya
mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi yang kemudian diserahkan seluruhnya kepada
mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran Adam Smith.
4.       Kesempatan Bisnis atau Usaha
Peluang bisnis adalah kesempatan yang pasti bisa didapatkan seseorang atau lebih dengan mengandalkan suatu potensi diri yang ada dan dengan memanfaatkan berbagai kesempatan baik itu peluang usaha apa saja, yang bisa dengan sigap kita ambil. Cara mencari peluang usaha mulai dari usaha modal dengkul, minim atau gratis sampai usaha yang modal besar sangatlah banyak disekitar kita. Untuk lebih mempermudah cari peluang usaha, marilah kita lihat disekeliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita.
5.       Undur-unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
Unsur yang terpenting dalam aktivitas ekonomi adalah Uang.  uang merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, karena dengan menggunakan uang kita dapat melakukan segala aktivitas ekonomi dalam memenuhi kebutuhan baik yang berupa barang atau jasa, karna uang adalah satuan alat tukar yang digunakan untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu transaksi.
6.       Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam bentuk produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Manusia bisnis (businessman) selalu menyadari setiap adanya kebutuhan masyarakat kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik, sehingga memberikan kepuasan pada konsumen/masyarakat.
Daftar ciri-ciri dan sifat-sifat profil seorang businessmen :
Ciri – ciri
Sifat
1. Percaya Diri
2. Berorientasikan tugas
3. Pengambil Resiko.
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi ke masa
depan.
7. Jujur dan tekun
1. Keyakinan, kemandirian ,individualitas dan optimisme
2. Kebutuhan
akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif.
3. Memiliki kemampuan mengambil
resiko dan suka pada tantangan
4. Bertingkah laku sebagai pemimpin,
dapat bergaul dengan orang lain dan
suka terhadap saran dan kritik
yang membangun
5. Memiliki inovasi dan kreativitas
tinggi, fleksibel, serba bisa dan
memiliki jaringan bisnis yang luas.
6. Persepsi dan memiliki cara pAndang/
cara pikir yang berorientasi pada
masa depan
7. Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja

Menurut Jenis Kegiatannya, dibagi menjadi 3, yaitu :
Ekstraktif : Bisnis yang melakukan kegiatannya dalam bidang pertambangan contoh : alumunium, batu bara, emas, dll
Agraria : Menjalankan bisnis dalam bidang pertanian contoh : tembakau, beras, cengkeh,budidaya ikan, udang, ternak, dll
Industri/ manufacturing : Bergerak dibidang industri misal : tekstil. garmen, mebel, dll
Jasa : Memenuhi kebutuhan pelayanan jasa misal : jasa kecantikan, pendidikan, perbankan, dll
7.      Mengapa Harus Belajar Bisnis
Dengan adanya bisnis, kita akan mendapat keuntungan yang tak terduga. Menurut saya, sangat disayangkan apa bila kita tidak terjun ke dunia bisnis, sebeb, dengan bisnis kita dapat memperluas pengetahuan kita dan dengan belajar berbisnis, kita pun bias menjadi manusia yg lebih maju.