1. Pengertian Perusahaan
Perusahaan yaitu suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses
produksi suatu barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia
tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah perantara atau
proses, sehingga kesimpulan dari
perusahaan yaitu tempat melakukan proses hasil produksi yang dimana hasil
produksi bisa sampai langsung digunakan oleh manusia.
2.
Letak Kedudukan Dan Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu
malakukan kegiatan fisik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan
merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efisiensi perusahaan,
terutama dalam hal biaya.
Kedudukan perusahaan adalah
kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan Contoh bentuk lokasi perusahaan
adalah pabrik tempat memproduksi barang. kedudukan perusahaan pada umumnya
dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain.
Kesimpulannya, Tempat dan letak perusahaan merupakan salah
satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan dari
perusahaan tersebut.
3.
Perusahaan Dan Lembaga Sosial
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan,
salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam
melakukan suatu hubungan antar manusia saat menjalankan kehidupan bermasyarakat
dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. Fungsi lembaga sosial adalah untuk
memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi
masalah di dalam lingkungan masyarakat tersebut, terutama yang menyangkut
kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat
dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
Pengertian istilah lembaga sosial
dalam bahasaInggris adalah social institution, namun social
institution juga diterjemahkan sebagai pranata sosial. Hal ini
dikarenakan social institution merujuk pada perlakuan mengatur perilaku
para anggota masyarakat. Ada pendapat lain mengemukakan bahwa pranata sosial
merupakan sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada
aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan khusus dalam kehidupan
masyarakat.
Istilah lain yang digunakan adalah bangunan
sosial yang diambil dari bahasa Jerman sozialegebilde dimana
menggambarkan dan susunan institusi tersebut.
CIRI dan KARAKTER LEMBAGA SOSIAL:
Meskipun lembaga sosial merupakan
suatu konsep yang abstrak, ia memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat
dikenali.
Menurut J.P Gillin di dalam karyanya
yang berjudul "Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial" (General Features of
Social Institution) menguraikan sebagai berikut:
·
Lembaga sosial adalah organisasi
pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
masyarakat dan hasil-hasilnya. Ia terdiri atas kebiasaan-kebiasaan, tata
kelakukan, dan unsur-unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam suatu unit yang
fungsional.
·
Lembaga sosial juga dicirikan oleh
suatu tingkat kekekalan tertentu. Oleh karena lembaga sosial merupakan himpunan
norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokok, maka sudah sewajarnya apabila
terus dipelihara dan dibakukan.
·
Lembaga sosial memiliki satu atau
beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa
tujuan, demikian juga lembaga perkawinan,perbankan, agama, dan lain- lain.
·
Terdapat alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk
lembaga keluarga serta masjid, gereja, pura, dan vihara untuk lembaga agama.
·
Lembaga sosial biasanya juga
ditandai oleh lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu. Lambang-lambang tersebut
secara simbolis menggambar tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan.
Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan
untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.
Sedangkan seorang ahli sosial yang
bernama John Conen ikut pula mengemukakan karakteristik dari lembaga sosial.
Menurutnya terdapat sembilan ciri khas (karakteristik) lembaga sosial sebagai
berikut.
·
Setiap lembaga sosial bertujuan
memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
·
Setiap lembaga sosial mempunyai
nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
·
Dalam lembaga sosial ada pola-pola
perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari
anggotanya.
·
Ada saling ketergantungan
antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu berakibat pada
perubahan lembaga sosial yang lain.
·
Meskipun antarlembaga sosial saling
bergantung, masing-masing lembaga sosial disusun dan di- organisasi secara
sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
4. Berbagai
Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaan
Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh
karena itu perusahaan-perusahaan mempunyi beberapa tanggung jawab pada
kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Tanggung jawab sosial menunjukkan pertimbangan manajemen
tentang pengaruh-pengaruh sosial di samping juga pengaruh ekonomi dari keputusan-keputusannya.
Ini berlaku bagi semua perusahaan tanpa memandang besar ,lokasi ,atau
industrinya.
PENGERTIAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan perusahan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari
faktor-faktor ekternal yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun
kegiatannya. Faktor-fakor yang dapat mepengaruhi perusahaan tersebut adalah
luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial,
etika-hukum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli
barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan
sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut.
Pemilihan tempat dan letak perusahaan merupakan faktor
penting untuk menjamin tercapainya:
• Tujuan perusahaan
• Efisiensi perusahaan
• Daerah pemasaran produk
Tempat kedudukan perusahaan, adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran suatu hubungan dengan lembaga yang lainnya.
Letak perusahaan, adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang bersangkutan dengan biaya.
Jenis-jenis letak perusahaan, dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
a. Terikat pada alam, Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan tambang emas, minyak bumi.
b. Terikat sejarah, Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
c. Ditetapkan oleh pemerintah, Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
d. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, Seperti yang bersifat industri adalah: ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.
• Tujuan perusahaan
• Efisiensi perusahaan
• Daerah pemasaran produk
Tempat kedudukan perusahaan, adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran suatu hubungan dengan lembaga yang lainnya.
Letak perusahaan, adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang bersangkutan dengan biaya.
Jenis-jenis letak perusahaan, dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
a. Terikat pada alam, Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan tambang emas, minyak bumi.
b. Terikat sejarah, Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
c. Ditetapkan oleh pemerintah, Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
d. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, Seperti yang bersifat industri adalah: ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.
5.
Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan
Lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi
oleh lingkungan sekitarnya. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri/beradaptasi
dengan lingkungan akan tersingkir dari persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis
dengan lingkungan kemudian diolah oleh para usahawan. Pada mulanya telah
dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang
merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan
lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan
tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen.
Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu
keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih
langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.