Rabu, 11 Januari 2012
Selasa, 10 Januari 2012
Bisnis Internasional
Bisnis
Internasional
1. Hakikat Bisnis Internasional
Hakikat bisnis internasional. Bisnis
internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas
suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis
internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional
(International Trade) ada juga yang menybutnya sebagai Pemasaran Internasional
atau International Marketing. Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh
suatu perusahaan dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau individu di
negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing.
Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis
Internasional , meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat
membedakan adanya dua buah transaksi bisnis Internasional yaitu :
A.
Perdagangan Internasional (International Trade)
Perdagangan
internasional adalah proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak
sukarela dari masing-masing Negara. Adapun motifnya adalah memperoleh manfaat
perdagangan atau gains of tride.
Perdagangan merupakan kegiatan ekonomi yang sangat penting
saat ini, maka tidak ada Negara-negara di dunia yang tidak terlibat didalam
perdagangan baik perdagangan antar regional, antar kawasan ataupun antar
Negara.
Perdagangan ini melakukan transaksi jual beli ke luar
negeri, kalau kita membeli disebut impor sedangkan kalau kita menjual disebut
expor.
Manfaat Perdagangan
Internasional
1. Saling mendapat petukaran
tehnologi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi
2. Menjalin persahabatan
3. Dapat membuka lapangan
pekerjaan
4. Dapat menambah jumlah dan
kualitas barang
5. Meningkatkan penyebaran
sumber daya alam melalui batas Negara.
Dampak Perdagangan
Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Perdagangan
internasional membawa pengaruh yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia.
Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif, ada pula yang negatif. Berikut ini
beberapa dampak yang ditimbulkan dari pedagangan internasional.
1. Dampak Positif
Perdagangan Internasional
Berikut ini beberapa dampak
positif perdagangan internasional.
a. Saling membantu memenuhi
kebutuhan antarnegara
Terjalinnya hubungan di antara negara-negara yang
melakukan perdagangan dapat memudahkan suatu negara memenuhi barang-barang
kebutuhan yang belum mampu diproduksi sendiri. Mereka dapat saling membantu
mengisi kekurangan dari setiap negara, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.
b.
Meningkatkan produktivitas usaha
Dengan adanya perdagangan internasional, kemajuan
teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan meningkat. Meningkatnya
teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dalam
menghasilkan barang-barang.
c.
Mengurangi pengangguran
Perdagangan internasional dapat membuka kesempatan
kerja baru, sehingga hal ini menjadi peluang bagi tenaga kerja baru untuk
memasuki dunia kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan oleh
perusahaan, maka pengangguran dapat berkurang.
d.
Menambah pendapatan devisa bagi negara
Dalam kegiatan perdagangan internasional, setiap
negara akan memperoleh devisa. Semakin banyak barang yang dijual di negara
lain, perolehan devisa bagi negara akan semakin banyak.
2.
Dampak Negatif Perdagangan Internasional
Selain dampak positif, perdagangan internasional juga
memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini beberapa
dampak negatif dari perdagangan internasional.
a. Adanya
ketergantungan dengan negara-negara pengimpor
Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang yang tidak
diproduksi dalam negeri, pemerintah akan mengimpor dari negara lain. Kegiatan
mengimpor ini dapat mengakibatkan ketergantungan dengan negara pengimpor.
b.
Masyarakat menjadi konsumtif
Banyaknya barang-barang impor yang masuk ke dalam
negeri menyebabkan semakin banyak barang yang ada di pasar baik dari jumlah,
jenis, dan bentuknya. Akibatnya akan mendorong seseorang untuk lebih konsumtif,
karena semakin banyak barang-barang pilihan yang dapat dikonsumsi.
c.
Mematikan usaha-usaha kecil
Perdagangan internasional, dapat menimbulkan
persaingan industri dengan negara-negara lain. Industri yang tidak mampu
bersaing tentu akan mengalami kerugian, sehingga akan mematikan usaha
produksinya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan pengangguran.
B.
Pemasaran Internasional (International Marketing)
Pemasaran Internasional dianggap memiliki peranan
penting dalam memberikan jawaban dan antisipasi positif terhadap sejumlah isu
global yang dinamis. Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai bisnis
Internasional ( International Busines ) merupakan keadaan dimana suatu
perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain ,
perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis
internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi
di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas
dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor
impor.
Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan
produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor
impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat
pula berupa jasa. Transaksi bisnis internasional semacam ini dapat ditempuh
dengan berbagai cara antara lain :
*
Licencing
*
Franchising
*
Management Contracting
*
Marketing in Home Country by Host Country
* Joint
Venturing
*
Multinational Coporation (MNC)
2. Alasan Melaksanakan Bisnis
Internasional
Alasan
negara melakukan perdagangan internasional.
a.
Masalah mobilitas faktor produksi. Faktor produksi terdiri dari tanah (land),
tenaga kerja (labour), barang modal (capital) dan manajerial atau keterampilan
(skill).
b.
Monilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini
adalah pergerakan faktor produksi dari suatu negara kenegara lain. namun pada
kenyataannya tidak semua faktor produksi dapat mobil secara internasional.
Menurut Adam Smith, labour merupakan faktor produksi yang paling mobil. Masalah
perbedaan sistem moneter. Setiap negara memiliki mata uang sendiri. Adanya
perbedaan mata uang dari setiap negara, perbedaan kebijakan ekonomi moneter,
pada gilirannya mempengaruhi sistem lalu lintas pembayaran internasional dan
sistem lalu lintas modal.
c.
masalah batas-batas negara yang berdaulat. Adanya batas-batas dari suatu negara
dengan negara yang lain yang berdaulat menyebabkan perbedaan politik dalam
perdagangan misalnya perlindungan tarif terhadap produk hasil industri didalam
negero, larangan impor, quota dan blok perdagangan. Adanya kedaulatan
mengakibatkan bea masuk (impor duty) dari suatu negara tidak sama dengan bea
impor dari negara lain.
d.
Masalah transport cost. Ongkos angkut dari pabrik kepasar atau kepelabuhan
meninggikan harga asal pabrik. Ongkos pengangkutan barang ekspor harus
dimasukkan dalam perhitungan biaya agar harga yang diperoleh untuk komoditi
ekspor tersebut tepat.
A.
Konsep Keunggulan Absolut
Menurut Adam Smith Bahwa setiap negara akan memperoleh
manfaat perdagangan internasional karena melakukan spesialisasi produksi dan
mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak, serta
mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidakunggulan mutlak.Teori
absolute advantage ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok antara lain:
Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja saja. Kualitas barang yang
diproduksi kedua negara sama. Pertukaran dilakukan secara barter atau tanpa
uang. Biaya transpor ditiadakan.
B.
Konsep Keunggulan Komparatif
Teori keunggulan komparatif merupakan teori yang
dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi
bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa
keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang
dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.
C.
Potensi Pasar Internasional
Potensi pasar ditentukan oleh tiga faktor yaitu
struktur penduduk , daya beli serta pola konsumsi masyarakat. Dalam hal pasar
Internasional , potensi pasar internasional juga ditentukan oleh ketiga faktor
tersebut hanya saja dalam hal ini diberlakukan untuk negara lain.
3. Tahap-Tahap dalam Memasuki
Bisnis Internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada
umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling
sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks
dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara
kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor
Insidentil
2. Ekspor
Aktif
3.
Penjualan Lisensi
4.
Franchising
5.
Pemasaran di Luar Negeri
6.
Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
EKSPOR
AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus
dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan
transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi
bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah
maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini
perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas
transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak
pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap
“ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau
“Purchasing”.
PENJUAlAN
LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam
tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada
negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya
saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas
terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan
pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar
fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi
yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek
dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan,
proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya,
pengawasan mutu bahan baku
maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk
“Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima
disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai
“Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu
misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
4. Hambatan Dalam Memasuki Bisnis
Internasional
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan
lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu
saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat
terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau
budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena
itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1.
Batasan perdagangan dan tarif bea masuk
2.
Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural
3.
Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
- Hambatan operasional
- Peraturan atau kebijkan Negara lain, dalam bentuk proteksi yaitu: usaha melindungi industry-industri di dalam negri
- Perbedaan tingkat upah
A.
Batasan Perdagangan dan tarif bea masuk
Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap
barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor. Dikenakannya
tarif/bea masuk yang tinggi bagi barang luar negri, maka akan mengakibatkan
harga barang tersebut kalah bersaing dengan harga barang dalam.
B.
Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan
hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena
bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa
tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat
berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang
berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian
perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan
dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak
dapat diungkapkan secara begitu saja dengan kata yang sama dengan bahasa yang
lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang
lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil
Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama ” Chevrolet’s
Nova ” , pada hal di negara Spanyol kata ” No Va ” berarti ” tidak dapat
berjalan “. Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut
di negara Spanyol tersebut. Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu
masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis internasional.
Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus
hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di
negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun
kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan
untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket , sehingga hal ini
membawa konsekuensi bahwa barang – barang yang berupa alat-alat kosmetik pria
jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita , sebab tidak akan didekati
oleh pembeli pria.
C.
Hambatan politik, hukum dan perundang-undangan
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara
dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis
dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan
embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara
Komunis. Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang berlaku di suatu
negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya
negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi.
Lebih dan itu undang – undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi
berlangsungnya bisnis Internasional , misalnya Indonesia melarang ekspor kulit
mentah ataupun setengah jadi , begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan
sebagainya.
D.
Hambatan Operasional
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang
lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan
barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain.
Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara
itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat
mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur
tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan
selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja
yang biasanya lalu mahal , maka kembalinya kapal tersebut dari negara tujuan
itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat
membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.
5. Perusahaan Multinasional (PMN)
Adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara;
perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki
kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya
memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana
banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena
pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber
finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.
Karena jangkauan internasional dan
mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi
agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga
pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah
tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional
seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan
pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan
lingkungan yang memadai. PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi
barang tertentu yang mereka butuhkan. Perusahaan multinasional pertama muncul
pada 1602 yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat
dari Perusahaan Hindia Timur Britania.
A.
Jenis-Jenis Perusahaan Multinasional
Banyak contoh perusahaan multinasional misalnya saja
Coca Cola , Colgate , Johnson & Johnson , IBM , General Electric ,
Mitzubishi Electric , Toyota , Philips dari negeri Belanda , Nestle dari
Switzerland , Unilever dari Belanda dan lnggris , Bayer dati Jerman , Basf juga
dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
Sumber dari :
© Fuad,M., H,Christine, Nurlela, Sugiarto, Y.E.F.,Paulus, Pengantar Ekonomi, PT Gramedia Pustaka, Jakarta, 2001.
© Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma
© Amirullah & Hardjanto,imam. 2005. Pengantar Bisnis. Yogyakarta : Graha ilmu.
© www.google.com
© www.wikipedia.com
© www.ocw.gunadarma.ac.id
Tanggung jawab sosial suatu bisnis
Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Tanggung jawab social ( social
responsibility )
Etika
mempengaruhi prilaku pribadi di lingkungan kerja atau suatu usaha bisnis untuk
menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya.
Contoh : bertanggung jawab terhadap investor , untuk memaximum kan profit, karyawan ,
konsumen, dann bisnis lain.
I. Benturan
dengan kepentingan masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan
kepentingan ( masyarakat dengan perusahaan). Terjadi pada berbagai tingkat
perusahaan ( besar, menengah maupun kecil ). Benturan ini terjadi kerap kali
karena perusahaan menimbulkan polusi.
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab sosial
Dalam menunaikan tanggung jawab sosial , perusahaan dituntut untuk
mengindahkan etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Dorongan dari pihak luar , dari lingkungan masyarakat
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri , sisi humanism pebisnis yang
melibatkan rasa, karsa dan karya yang ikut mendorong diciptakan eika bisnis
yang baik dan jujur.
II. Dorongan
tanggung jawab social
Klasifikasi masalah social yang mendorong
pelaksanaan tanggung jawab social pada sebuah bisnis sebagai berikut :
1. Penerapan menejemen
orientasi kemanusiaan
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan secara rinci
adalah sebagai berikut :
a)
Peningkatan moral kerja
karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja.
b)
Adanya partisipasi bawahan dan
timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipatif.
c)
Penurunan absen karyawan yang
disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan
baik.
d)
Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan
oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
e)
Kepercayaan konsumen yang meningkat dan
merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
2. Ekologi dan gerakan
pelestarian lingkungan
Ekologi, yang menitik beratkan pada
keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh
proses produksi. Contoh : penebangan hutan sebagai bahan dasar industry
perkayuan.
3. Penghematan energy
Pengurasan secara besar-besaran energy yang berasala dari sumber
daya alam yang tidak dapat di perbaharui seperti batubara, minyak dan gas telah
banyak terjadi.yang dapat disebut dengan sumber energy alternatif diantaranya
adalah pemanfaatan tenaga surya , nuklir, angin, air serta laut.
4. Partisipasi pembangunan
bangsa
Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat
diperlukan , karena dengan adanya kesadaran tersebut akan membantu pemerintah
menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan penggunaan tenaga
kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab social pada lingkungan sekitar
perusahaan beroperasi.
5. Gerakan
konsumerisme
Awal perkembangannya tahun 1960-an di Negara barat yang berhasil
memberlakukan Undang-undang perlindunga konsumen yang meliputi beragam aspek,
mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa sampai pemberian izin
lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga.
Tujuan dari gerakan konsumerisme ini adalah :
Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangan bisnis
terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya.
Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan
mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
Diselenggarakan panel-panel diskusi antara wakil konsumen dengan
produsen.
Pelayanan puma jual yang lebih baik.
Berjalannya proses public relation ( PR ) yang lebih menitikberatkan
pada kepuasan konsumen daripada kepuasan promosi semata.
III. Etika bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab social suatu
bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam
melaksanakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
1) Hubungan antara
bisnis dengan langganan/konsumen
Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling
banyak ditemui. Berikut bebrapa contohnya
:
Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan konsumen untuk membandingkan
harga terhadap produk.
Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya sehingga
diperlukan penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk
tersebut.
Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis yang paling utama
Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jual.
2) Hubungan dengan
karyawan
Bentuk hubungan dimana semua bentuk hubungan tersebut harus
dijalankan secara objektif dan jujur meliputi,
- Penerimaan (
recruitment )
- Latihan (
training )
- Promosi
- Transfer
- Demosi
maupun pemberhentian ( termination )
3) Hubungan antara
bisnis
Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan , baik
perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir maupun distributornya.
Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan
Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan
adalah teknik untuk mengetahui keadaan sehat atau tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
Teknik ini digunakan untuk :
• Menilai apakah kinerja perusahaan sesuai dengan target umum perusahaan itu sendiri dan harapan investor
• Mengestimasi dampak dari perubahaan operasi Estimasi Penjualan
• Mengantisipasi kebutuhan pedanaan perusahaan dimasa depan
• Menentukan rencana yang memaksimalkan nilai pemegang saham
1. Keuangan Perusahaan
Informasi
penting di perusahaan yang perlu diketahui oleh publik, antara lain laporan
keuangan perusahaan. Pada saat ini pemaparan laporan keuangan perusahaan
tahunan (annual report) yang disampaikan kepada publik baru berjalan di
perusahaan yang sudah go public atau terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
maupun Bursa Efek Surabaya (BES). Semakin tinggi tingkat keterbukaan atas
laporan keuangan perusahaan maka seharusnya semakin rendah pula kemungkinan terjadinya
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Pemakai laporan keuangan
dapat dibedakan menjadi beberapa pihak yaitu :1. Pihak internal (manajemen dan karyawan perusahaan)
2. Pihak eksternal (pemegang saham, kreditor, pemerintah, pemasok, komsumen dan masyarakat umum lainnya)
Masing-masing pihak tersebut mempunyai kepentingan sendiri terhadap laporan keuangan perusahaan, sehingga terjadi pertentangan satu sama lain. menurut Jin dan Machofoedz (1998) pertentangn yang dapat terjadi antara pihak-pihak tersebut adalah :
1. Manajemen berkeinginan meningkatkan kesejahteraannya sedangkan pemegang saham berkeinginan meningkatkan kekayaannya
2. Manajemen berkeinginan memperoleh kredit sebesar mungkin dengan bunga rendah sedangkan kreditor hanya ingin memberi kredit sesuaidengan kemampuan perusahaan
3. Manajemen berkeinginan membayar pajak sekecil mungkin sedangkan pemerintah ingin memungut pajak setinggi mungkin
2. Estimasi Penjualan
Estimasi
Penjualan yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu
perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila disajikan dengan
benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan
dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan
dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha
secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
3. Estimasi Produksi
Estimasi
Produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan
persediaan.
4. Estimasi
Estimasi
adalah sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama
dilakukan selama fase definisi , yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan
proyek. Hal ini perlu dilakukan karena anda membutuhkan estimasi untuk
proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang , anda harus memeriksa
estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.
Ada 3 teknik yang digunakan untuk melakukan
estimasi,yaitu :• Keputusan profesional
• Sejarah
• Rumus – rumus
5. Upah Langsung
Upah
langsung merupakan upah yang diberikan secara langsung kepada pekerja.
6. Estimasi Fabrikase
Estimasi
Fabrikase merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase.
7. Estimasi Harga Pokok Penjualan
Ringkasan
dari anggaran produksi dengan memperhatikan tingkat persediaan akhir. Data yang
diperlukan :
Data yang telah dihitung dalam
anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran overhead dan anggaran
tenaga langsung Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.8. Estimasi Beban Penjualan
Estimasi
Beban Penjualan adalah beban si penjual karena terdapat beberapa faktor yang
membuat perusahaan atau si penjual oleh pihak-pihak tertentu.
9. Estimasi Beban Administrasi
Beban
administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada saat ini.
Badan Penelitian Eim estimasi total biaya administrasi di sektor pekerjaan
sementara.
Penyebab utama dari ukuran
biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara adalah :1. Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan: 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi)
2. Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan sementara
3. Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex.
10. Estimasi Laba Rugi
Estimasi
Laba Rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi
laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu
meliputi:
a. Laba merupakan kenaikan
modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan
operasional perusahaan.b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.
11. Estimasi Kas
Estimasi Kas adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada, apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas. Atau secara lebih sederhana dapat dismpulkan estimasi kas merupakan kas bersih yang keluar dan masuk ke dalam suatu perusahaan.
Akutansi Dan Laporan Keuangan
AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
Definisi tersebut mengandung arti bahwa akuntansi adalah
keterampilan (seni) mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas dengan cara yang
tepat(signifikan) dan dinyatakan setidak-tidaknya dengan uang terhadap
transaksi dan kejadian – kejadian yang setidak-tidaknya apat diukur dengan uang
serta menafsirkan segalah hasilnya.
Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah :
Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah :
1.
Pimpinan perusahaan
Untuk mengetahui perkembangan
dan kondisi perusahaan.
2.
Pemilik Perusahaan
Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai.
Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai.
3.
Kreditor
Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.
Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.
4.
Pemerintah
Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan
Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan
5.
Karyawan
Mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.
Mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.
PRINSIP AKUTANSI
Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi.
Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi.
Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan
dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak
membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp 9.000.000,00, setelah proses
tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp
8.950.000,00. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita
adalah Rp 8.950.000,00, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka
Rp 8.950.000,00.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
5. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan ialah laporan yang digunakan untuk mengetahiu keadaan perusahaan dalam kurun waktu tertentu, laporan keuangan perusahaan jasa biasanya hanya menggunakan 3 jenis laporan yaitu : laporan laba / rugi , laporan perubahan ekuitas / modal dan neraca. Hampir sama dengan perusahaan jasa, perusahaan dagang juga membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui keadaan perusahaannya, jenis laporan sebetulnya sama hanya berbeda pada unsur – unsur yang masuk dalam laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaan yang terjadi adalah pada perusahaan perseorangan dan perseroan, untuk perusahaan perseorangan, kita memakai laporan perubahan ekuitas, sedangkan untuk perusahaan kita menggunakan laporan laba ditahan.
Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.
Unsur-unsur neraca:
1. Harta (aktiva)
2. Utang (kewajiban)
3. Modal (ekuitas)
Bentuk Neraca
Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1.
Bentuk skontro
Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.
Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.
2.
Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.
Bentuk Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1.
Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
2.
Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan
TUJUAN LAPORAN
KEUANGAN
tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.
tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.
Memahami Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia
Memahami Konsep Manajemen Sumber
Daya Manusia
Dalam
organisasi ataupun dunia bisnis kerapkali kita mendengar atau bahkan
berhubungan dengan istilah sumberdaya manusia, staf atau manager. Mereka adalah
bagian penting sebagai penyusun organisasi.
Berbagai
nasehat untuk menggugah perhatian para owner atau pengelola organisasi baik
dari para pemikir manajemen maupun institusi tertentu yang respek pada
apresiasi pada karyawan atau staf sebagai misal J.W Marriot JR menyebut
“doronglah para pekerja anda, latih mereka, beriperhatian, dan jadikan mereka
pemenang” (Foto: Kakek Tua Penjaja Koran di Jalan Ratulangi, Makassar)
Majalah
SWA pada tahun 2006, menceritakan beberapa dilemma yang dihadapi oleh para
karyawan sebagai berikut “Bos-bos perusahaan paling suka berteriak: sumber daya
manusia adalah aset mereka yang paling berharga. Ironisnya kalau ada sedikit
saja guncangan, karyawanlah yang paling dulu dipangkas…Begitulah, sumberdaya
manusia telah menjadi fokus kajian ilmu manajemen dan dianggap sangat penting dalam
mencapai kegemilangan perusahaan,organisasi maupun institusi.
Saat
ini, tantangan Bagi pengembangan sumberdaya manusia, menurut Mejia-Balkin: (1)
Tantangan Keorganisasian, meliputi adanya kompetisi pada posisi tertentu. (2)
Issu desentralisasi , yaitunya adanaya penyesuaian, restrukturisasi organisasi,
mengelola tim work sendiri, budaya organisasi, outsourcing. (3) Tantangan
Lingkungan meliputi, issu globalisasi, karakteristik angkatan kerja, revolusi
internet, legislasi atau peraturan, peran keluarga dan menumbuhkan pekerjaan,
keterampilan yang berjangka pendekpelayanan sektor. (4) adalah tantangan
individual, memotivasi tenaga kerja, issu yang terkait dengan ketepatan
masyarakat dan organisasi, etika dan tanggung jawab sosial, Produktivitas,
pemberdayaan, keamanan dan kesehatan, hubungan kerja (ketakamanan).
Faktor
lain yang menjadi faktor yang berpengaruh adalah ihwal globalisasi dan
ketakstabilan lingkungan ekonomi. Globalisasi mengacu ke “suatu proses
meniadakan batasan-batasan antara negara dengan mengkondisikan “borderless atau
tanpa batas” pada ekonomi dunia (Scholte, 2000). Dunia telah bergerak ke
lingkungan global. Keadaan ini adalah tantangan untuk memberikan perhatian pada
pengelolaan budaya yang bervariasi, keragaman bahasa, suku, agama.
Secara
singkat SDM didefenisikan sebagai penggunaan sumberdaya manusia pada perusahaan
untuk mencapai tujuan organisasi (diutarakan oleh Mondy). Sedangkan menurut
“Byars dan Rue”, Managemen SDM adalah kegiatan yang didisain untuk menyiapkan
dan mengkordinasikan sumberdaya manusia organisasi.
Mengapa
perlu pengelolaan sumberdaya manusia? Karena adanya (1) Kompetisis global telah
menyebabkan perusahaan baik besar maupun kecil untuk lebih mengalokasikan biaya
dan produktivitas (Mondy). (2) Globalisasi telah memunculkan kompetisi yang
semakin tinggi. Organisasi harus mengelola sumberdaya manusianya dengan
memastikan pencapaian dari tujuan bisnis perusahaan pada pasar ekonomi.
(Kossek). (3) Perusahaan menjadikan sumberdaya manusia sebagai jalan lempang
mendapatakn keuntungan kompetitif dalam kompetisi.
Sumberdaya
manusia sebagai mitra strategis dimana peran SDM berubah seiring arus
globalisasi pada permulaan tahun 80an.
Untuk
menyuskeskan pengelolaan SDM para pelaksana atau manajer harus “memahami desain
organisasi yang semakin kompleks dan dapat menentukan kemampuan angkatan kerja,
hari ini maupun pada masa yang akan datang”. Sumberdaya manusia dimasukkan
dalam kerangka strategi perusahaan karena dianggap penting untuk mendukung misi
perusahaan. Para pelaksana perusahaan
seharusnya menjadi mitra pada pemimpin perusahaan seperti CEO pada pelibatan
staf perusahaan dan oleh karena itu harus dianggap dalam penentuan keputusan
pada posisi angkatan kerja perusahaan pada masa datang.
Fungsi
manajemen sumberdaya manusia menurut “Mondy”: (1) Perencanaan Sumberdaya
Manusia, Rekrutmen dan Seleksi Staf. (2) Pengembangan sumberdaya manusia. (3)
Kompensasi dan Benefit. (4) Keamanan dan Kesehatan.(5) Staf dan hubungannya
dengan tenaga kerja lainnya
Menurut
American Society for Training and Development (1982) cakupan area sumberdaya
manusia meliputi perbaikan dan meningkatnya: (1) Kualitas lingkungan kerja, (2)
Produktivitas, (3) Kepuasan sumberdaya manusia. (4) Pengembangan sumberdaya
manusia, (5) Kesiapan untuk berubah.
Pelatihan
dan Pengembangan. Kegiatan ini berfokus pada pengidentifikasian , penjajakan
hingga pembelajaran terencana dan membantu mengembangkan kompetensi kunci
(pengetahuan, skill, sikap) yang memungkinkan para staf atau individu
menampilkan kemampuan kekinian dan pekerjaan pada masa datang.
Hubungan
dengan Pekerja, yang berfokus pada kestabilan ikatan dan hubungan organisasi.
Bantuan kepada staf, berfokus pada: bantuan personal, penyelesaian masalah dan
konseling.
Kompensasi
dan Benefit berfokus pada kepastian kompensasi dan benefit. Benefit berfokus
pada keadilan asas manfaat dan konsistensi.
Pengembangan
organisasi, memastikan sehatnya hubungan ke dan pada unit-unit perusahaan,
kelompok, inisiatif dan mengelola perubahan.
Organisasi
desain pekerjaan: berfokus pada bagaimana tugas-tugas,otoritas, dan system yang
akan dikelola antar unit maupun kerja individu. Perencanan SDM berfokus pada
penentuan organisasi, kebutuhan SDM secara keseluruhan, strategi, filosofi.
Seleksi dan staffing, berfokus pada kesesuain orang, kebutuhan karir dan
kesesuaian dengan pekerjaan dan jalur karir
Cakupan makro dari
fungsi-fungsi sumberdaya manusia menurut Byars dan Rue:
(1) Perencanan
Sumberdaya manusia, Rekrutmen dan Seleksi dengan melaksanakan analisis
pekerjaan dan menyediakan syarat-syarat spesifik dari setiap staf dalam
organisasi. Memperkirakan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya organisasi untuk
mencapaian tujuan perusahaan. Merekrut sumberdaya manusia . Menyeleksi dan
mengangkat staf untuk menduduki posisi tertentu dalam perusahaan
(2) Pengembangan
Sumberdaya Manusia, meliputi pemberian orientasi melatih staf , mendisain dan
melaksanakan program pengembangan organisasi, membangunan efektivitas tim dalam
struktur organisasi, mendisain system dan penilaian performa staf, membantu
staf dalam pengembangan karirnya.
(3) Kompensasi
dan Benefit, meliputi, mendisain dan melaksanakan kompensasi dan benefit
organisasi untuk semua, Memastikan bahwa kompensasi dan benefit secara adil dan
konsisten
(4) Staf dan
Hubungan Tenaga Kerja, meliputi, melayani dalam bentuk mediasi antara
organisasi dan perkumpulan karyawan. Mendisan bentuk disiplin dan sistem
penanganan keluhan dan komplain
(5) Keamanan dan
Kesehatan, mendisain melaksanakan program yang memastikan kesehatan karyawan
dan keselamatannya. Menyiapkan bantuan pada karyawan yang mempunyai
permasalahan yang dapat mempengaruhi performa kerjanya.
(6) Riset SDM,
mendisain kerangka SDM, mendisain dan menjalan sistem komunikasi karyawan.
Manajemen Keuangan Perusahaan
Manajemen keuangan perusahaan
Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalh aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahmya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Manajemen Keuangan adalh aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahmya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
1. Peran dan tanggung jawab menajer keuangan
Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana. Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh Manajer Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat. Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi sumber-sumber daya adalah sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi secara optimal. Hal ini juga penting untuk menjamin bahwa individu-individu dapat mencapai kepuasan tertinggi bagi kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka. Jadi, melalui investasi, pembelanjaan dan pengelolaan aset-aset secara efisien, Manajer Keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekeyaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Tanggung jawab manajer keuangan :
1. Mengambil keputusan investasi (investment decision)’. Menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekolompokkesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilaipaling menguntungkan.
2. Mengambil keputusan pembelanjaan (financing decision). Menyangkut masalah pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.
3. Mengambil keputusan dividen (dividend decision). Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham.
Keputusan-keputusan tersebut harus
diambil dalam kerangka tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan
yaitu memaksimumkan nilai perusahaan.
• Penganggaran Modal
Adalah proses identifikasi, evaluasi, dan implementasi dari kesempatan yang ada.
Motif-motif yang sering dipakai orang dalam penggunaan penganggaran modal :
>. Expansi (perluasan) ; untuk membuka cabang. Dalam investasi awal diperlukan modal yang cukup besar.
>. Replacement (penggantian); mengganti sesuatu yang sudah usang menjadi baru.
>. Renewal (pembaharuan); tambal sulam
Lain-lain; mau dijadikan paten, trademark (dalam aktiva yang tidak berwujud).
• Penganggaran Modal
Adalah proses identifikasi, evaluasi, dan implementasi dari kesempatan yang ada.
Motif-motif yang sering dipakai orang dalam penggunaan penganggaran modal :
>. Expansi (perluasan) ; untuk membuka cabang. Dalam investasi awal diperlukan modal yang cukup besar.
>. Replacement (penggantian); mengganti sesuatu yang sudah usang menjadi baru.
>. Renewal (pembaharuan); tambal sulam
Lain-lain; mau dijadikan paten, trademark (dalam aktiva yang tidak berwujud).
Tata cara dalam membuat membuat penganggaran modal :
A.Membuat proposal : biaya yang diperlukan apa saja.
B.Review dan analisa.
C.Membuat keputusan apakah penganggaran modal tersebut layak atau tidak.
D.Implementasi
E.Mengumpulkan umpan balik atau feedback
A.Membuat proposal : biaya yang diperlukan apa saja.
B.Review dan analisa.
C.Membuat keputusan apakah penganggaran modal tersebut layak atau tidak.
D.Implementasi
E.Mengumpulkan umpan balik atau feedback
Istilah-istilah dalam capital budgeting :
1.Independent projects ; proyek yang
tidak ada keterkaitannya dengan proyek lainnya. Contoh : buka bisnis salon dan
buka resto.
2. Mutually exclusive projects : proyek-proyek yang tidak ada hubungannya tapi terkait oleh keterbatasan dana.
3. Unlimited funds; proyek dengan dana yang tidak terbatas.
2. Mutually exclusive projects : proyek-proyek yang tidak ada hubungannya tapi terkait oleh keterbatasan dana.
3. Unlimited funds; proyek dengan dana yang tidak terbatas.
• Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
Aktiva tetap /aktiva ttidak lancar (fixed assets) dalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi) Aktiva tersebut digunakan sendiri dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material.
Aktiva tetap /aktiva ttidak lancar (fixed assets) dalah kekayaan perusahaan yang pemakaiannya dalam waktu lama (lebih dari satu periode akuntansi) Aktiva tersebut digunakan sendiri dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai nilai material.
Aktiva tetap terdiri sbb :
1. Tanah
2. Gedung atau bangunan
3. Mesin-mesin
4. Kendaraan
5. Peralatan
1. Tanah
2. Gedung atau bangunan
3. Mesin-mesin
4. Kendaraan
5. Peralatan
• Metode penilaian investasi
Pada umumnya ada beberapa metode yang biasa dipertimbangkan untuk dipakai dalam penilaian investasi. Metode tersebut antara lain metode average rate of return, payback, net present value (NPV), internal rate of return (IRR) dan metode profitability index.
Pada umumnya ada beberapa metode yang biasa dipertimbangkan untuk dipakai dalam penilaian investasi. Metode tersebut antara lain metode average rate of return, payback, net present value (NPV), internal rate of return (IRR) dan metode profitability index.
• Arus kas masuk
Arus kas yang masuk dari penjualan
barang dan jasa, pendapatan dividen, pendapatan bunga, dan penerimaan operasi
lainnya.
• Metode average rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang digunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau average investement. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam prosentase. Angka ini kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.
Metode ini tidak kami gunakan karena mengabaikan konsep nilai waktu uang. Konsep laba yang digunakan adalah konsep akuntansi dan bukan kas, padahal kas adalah hal yang sangat penting.
Catatan : kas masuk dan keluar tidak selalu terjadi sesuai dengan pengakuan biaya dan penghasilan.
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang digunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau average investement. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam prosentase. Angka ini kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.
Metode ini tidak kami gunakan karena mengabaikan konsep nilai waktu uang. Konsep laba yang digunakan adalah konsep akuntansi dan bukan kas, padahal kas adalah hal yang sangat penting.
Catatan : kas masuk dan keluar tidak selalu terjadi sesuai dengan pengakuan biaya dan penghasilan.
• Metode masa pengembalian investasi
Metode ini mencoba mengukur seberapa
cepat investasi bisa kembali, karenanya dasar yang digunakan adalah aliran kas,
bukan laba. Namun problem utamanya adalah sulitnya menentukan periode payback
maksimum yang disyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding. Dalam
prakteknya, yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-perusahaan
yang sejenis.
Kelemahan lain dari metode ini adalah diabaikannya nilai waktu uang dan diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Akhirnya kelemahan pertama diatasi oleh metode Discounted Cash Flow. Misalnya proyek A dengan investasi 20 juta, dengan usia ekonomis 6 tahun, memiliki aliran kas 6.5 juta per tahun. Proyek B dengan investasi 20 juta juga, usia ekonomis 10 tahun, aliran kas 6 juta per tahun. Tingkat bunga yang dianggap relevan adalah 10 %. Maka dalam waktu kurang 4 tahun, investasi A akan kembali, sedangkan B membutuhkan waktu lebih 4 tahun. Namun secara total investasi B akan memberikan tambahan kas yang lebih banyak (karena usia ekonomis yang lebih lama). Jadi dengan DCF ini hanya menyelesaikan masalah diabaikannya niai waktu uang saja, tetapi belum dapat mengatasi masalah diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Namun demikian cara ini tetap populer digunakan, namun hanya sebagai pelengkap penilaian investasi saja, terutama untuk perusahaan yang menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.
Kelemahan lain dari metode ini adalah diabaikannya nilai waktu uang dan diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Akhirnya kelemahan pertama diatasi oleh metode Discounted Cash Flow. Misalnya proyek A dengan investasi 20 juta, dengan usia ekonomis 6 tahun, memiliki aliran kas 6.5 juta per tahun. Proyek B dengan investasi 20 juta juga, usia ekonomis 10 tahun, aliran kas 6 juta per tahun. Tingkat bunga yang dianggap relevan adalah 10 %. Maka dalam waktu kurang 4 tahun, investasi A akan kembali, sedangkan B membutuhkan waktu lebih 4 tahun. Namun secara total investasi B akan memberikan tambahan kas yang lebih banyak (karena usia ekonomis yang lebih lama). Jadi dengan DCF ini hanya menyelesaikan masalah diabaikannya niai waktu uang saja, tetapi belum dapat mengatasi masalah diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Namun demikian cara ini tetap populer digunakan, namun hanya sebagai pelengkap penilaian investasi saja, terutama untuk perusahaan yang menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.
• Metode net presen value
Metode ini menghitung selisih antara
nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih
(operasional maupun terminal cash flow) di masa yang akan datang. Untuk
menghitung nilai sekarang itu, harus ditentukan tingkat bunga yang dianggap
relevan.
Ada beberapa konsep menghitung bunga yang dianggap relevan itu. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun waktu mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan (keterkaitan ini hanya mempengaruhi tingkat suku bunga, bukan aliran kas).
Ada beberapa konsep menghitung bunga yang dianggap relevan itu. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun waktu mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan (keterkaitan ini hanya mempengaruhi tingkat suku bunga, bukan aliran kas).
• Metode profibality index
Metode
ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas
bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Jika PI lebih besar dari
1, maka diannggap menguntungkan.
• Metode internal rate of return
Dalam metode IRR, dihitung tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Jika tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (yang dipersyaratkan), maka investasi diangap menguntungkan.
Dalam metode IRR, dihitung tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Jika tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (yang dipersyaratkan), maka investasi diangap menguntungkan.
2. Perencanaan keuangan
Mengapa peusahaan membutuhkan dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha.
Mengapa peusahaan membutuhkan dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha.
Manajer harus dapat membedakan dua jenis
pengeluaran :
A. Pengeluaran jangka pendek (short term)
Pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan (baik persediaan bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi), pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan, serta biaya operasi lainnya.
A. Pengeluaran jangka pendek (short term)
Pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan (baik persediaan bahan baku, barang dalam proses, maupun barang jadi), pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan, serta biaya operasi lainnya.
B. Pengeluaran jangka panjang (long term)
Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionlanya, perusahaan juga membutuhkan dan auntuk membiayai pengeluaran aktiva tetap.
Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionlanya, perusahaan juga membutuhkan dan auntuk membiayai pengeluaran aktiva tetap.
Pembiayaan Perusahaan
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek dan jangka panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilkan laba tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan perusahaannya.
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek dan jangka panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilkan laba tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan perusahaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
