Memahami Konsep Manajemen Sumber
Daya Manusia
Dalam
organisasi ataupun dunia bisnis kerapkali kita mendengar atau bahkan
berhubungan dengan istilah sumberdaya manusia, staf atau manager. Mereka adalah
bagian penting sebagai penyusun organisasi.
Berbagai
nasehat untuk menggugah perhatian para owner atau pengelola organisasi baik
dari para pemikir manajemen maupun institusi tertentu yang respek pada
apresiasi pada karyawan atau staf sebagai misal J.W Marriot JR menyebut
“doronglah para pekerja anda, latih mereka, beriperhatian, dan jadikan mereka
pemenang” (Foto: Kakek Tua Penjaja Koran di Jalan Ratulangi, Makassar)
Majalah
SWA pada tahun 2006, menceritakan beberapa dilemma yang dihadapi oleh para
karyawan sebagai berikut “Bos-bos perusahaan paling suka berteriak: sumber daya
manusia adalah aset mereka yang paling berharga. Ironisnya kalau ada sedikit
saja guncangan, karyawanlah yang paling dulu dipangkas…Begitulah, sumberdaya
manusia telah menjadi fokus kajian ilmu manajemen dan dianggap sangat penting dalam
mencapai kegemilangan perusahaan,organisasi maupun institusi.
Saat
ini, tantangan Bagi pengembangan sumberdaya manusia, menurut Mejia-Balkin: (1)
Tantangan Keorganisasian, meliputi adanya kompetisi pada posisi tertentu. (2)
Issu desentralisasi , yaitunya adanaya penyesuaian, restrukturisasi organisasi,
mengelola tim work sendiri, budaya organisasi, outsourcing. (3) Tantangan
Lingkungan meliputi, issu globalisasi, karakteristik angkatan kerja, revolusi
internet, legislasi atau peraturan, peran keluarga dan menumbuhkan pekerjaan,
keterampilan yang berjangka pendekpelayanan sektor. (4) adalah tantangan
individual, memotivasi tenaga kerja, issu yang terkait dengan ketepatan
masyarakat dan organisasi, etika dan tanggung jawab sosial, Produktivitas,
pemberdayaan, keamanan dan kesehatan, hubungan kerja (ketakamanan).
Faktor
lain yang menjadi faktor yang berpengaruh adalah ihwal globalisasi dan
ketakstabilan lingkungan ekonomi. Globalisasi mengacu ke “suatu proses
meniadakan batasan-batasan antara negara dengan mengkondisikan “borderless atau
tanpa batas” pada ekonomi dunia (Scholte, 2000). Dunia telah bergerak ke
lingkungan global. Keadaan ini adalah tantangan untuk memberikan perhatian pada
pengelolaan budaya yang bervariasi, keragaman bahasa, suku, agama.
Secara
singkat SDM didefenisikan sebagai penggunaan sumberdaya manusia pada perusahaan
untuk mencapai tujuan organisasi (diutarakan oleh Mondy). Sedangkan menurut
“Byars dan Rue”, Managemen SDM adalah kegiatan yang didisain untuk menyiapkan
dan mengkordinasikan sumberdaya manusia organisasi.
Mengapa
perlu pengelolaan sumberdaya manusia? Karena adanya (1) Kompetisis global telah
menyebabkan perusahaan baik besar maupun kecil untuk lebih mengalokasikan biaya
dan produktivitas (Mondy). (2) Globalisasi telah memunculkan kompetisi yang
semakin tinggi. Organisasi harus mengelola sumberdaya manusianya dengan
memastikan pencapaian dari tujuan bisnis perusahaan pada pasar ekonomi.
(Kossek). (3) Perusahaan menjadikan sumberdaya manusia sebagai jalan lempang
mendapatakn keuntungan kompetitif dalam kompetisi.
Sumberdaya
manusia sebagai mitra strategis dimana peran SDM berubah seiring arus
globalisasi pada permulaan tahun 80an.
Untuk
menyuskeskan pengelolaan SDM para pelaksana atau manajer harus “memahami desain
organisasi yang semakin kompleks dan dapat menentukan kemampuan angkatan kerja,
hari ini maupun pada masa yang akan datang”. Sumberdaya manusia dimasukkan
dalam kerangka strategi perusahaan karena dianggap penting untuk mendukung misi
perusahaan. Para pelaksana perusahaan
seharusnya menjadi mitra pada pemimpin perusahaan seperti CEO pada pelibatan
staf perusahaan dan oleh karena itu harus dianggap dalam penentuan keputusan
pada posisi angkatan kerja perusahaan pada masa datang.
Fungsi
manajemen sumberdaya manusia menurut “Mondy”: (1) Perencanaan Sumberdaya
Manusia, Rekrutmen dan Seleksi Staf. (2) Pengembangan sumberdaya manusia. (3)
Kompensasi dan Benefit. (4) Keamanan dan Kesehatan.(5) Staf dan hubungannya
dengan tenaga kerja lainnya
Menurut
American Society for Training and Development (1982) cakupan area sumberdaya
manusia meliputi perbaikan dan meningkatnya: (1) Kualitas lingkungan kerja, (2)
Produktivitas, (3) Kepuasan sumberdaya manusia. (4) Pengembangan sumberdaya
manusia, (5) Kesiapan untuk berubah.
Pelatihan
dan Pengembangan. Kegiatan ini berfokus pada pengidentifikasian , penjajakan
hingga pembelajaran terencana dan membantu mengembangkan kompetensi kunci
(pengetahuan, skill, sikap) yang memungkinkan para staf atau individu
menampilkan kemampuan kekinian dan pekerjaan pada masa datang.
Hubungan
dengan Pekerja, yang berfokus pada kestabilan ikatan dan hubungan organisasi.
Bantuan kepada staf, berfokus pada: bantuan personal, penyelesaian masalah dan
konseling.
Kompensasi
dan Benefit berfokus pada kepastian kompensasi dan benefit. Benefit berfokus
pada keadilan asas manfaat dan konsistensi.
Pengembangan
organisasi, memastikan sehatnya hubungan ke dan pada unit-unit perusahaan,
kelompok, inisiatif dan mengelola perubahan.
Organisasi
desain pekerjaan: berfokus pada bagaimana tugas-tugas,otoritas, dan system yang
akan dikelola antar unit maupun kerja individu. Perencanan SDM berfokus pada
penentuan organisasi, kebutuhan SDM secara keseluruhan, strategi, filosofi.
Seleksi dan staffing, berfokus pada kesesuain orang, kebutuhan karir dan
kesesuaian dengan pekerjaan dan jalur karir
Cakupan makro dari
fungsi-fungsi sumberdaya manusia menurut Byars dan Rue:
(1) Perencanan
Sumberdaya manusia, Rekrutmen dan Seleksi dengan melaksanakan analisis
pekerjaan dan menyediakan syarat-syarat spesifik dari setiap staf dalam
organisasi. Memperkirakan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya organisasi untuk
mencapaian tujuan perusahaan. Merekrut sumberdaya manusia . Menyeleksi dan
mengangkat staf untuk menduduki posisi tertentu dalam perusahaan
(2) Pengembangan
Sumberdaya Manusia, meliputi pemberian orientasi melatih staf , mendisain dan
melaksanakan program pengembangan organisasi, membangunan efektivitas tim dalam
struktur organisasi, mendisain system dan penilaian performa staf, membantu
staf dalam pengembangan karirnya.
(3) Kompensasi
dan Benefit, meliputi, mendisain dan melaksanakan kompensasi dan benefit
organisasi untuk semua, Memastikan bahwa kompensasi dan benefit secara adil dan
konsisten
(4) Staf dan
Hubungan Tenaga Kerja, meliputi, melayani dalam bentuk mediasi antara
organisasi dan perkumpulan karyawan. Mendisan bentuk disiplin dan sistem
penanganan keluhan dan komplain
(5) Keamanan dan
Kesehatan, mendisain melaksanakan program yang memastikan kesehatan karyawan
dan keselamatannya. Menyiapkan bantuan pada karyawan yang mempunyai
permasalahan yang dapat mempengaruhi performa kerjanya.
(6) Riset SDM,
mendisain kerangka SDM, mendisain dan menjalan sistem komunikasi karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar