Rabu, 06 Juni 2012

Sistem Perekonomian Indonesia


            Sistem perekonomian merupakan sistem yang digunakan oleh suatu Negara dalam mengolah sumber daya yang terdapat dalam negaranya baik kepada individu ataupun kepada lembaga yang berdiri dalam negara tersebut. Ada bermacam-macam sistem perekonomian yang dipergunakan berbagai negara dalam bumi ini. Perbedaan mendasarnya yaitu pada cara mereka mengolah sumber daya negara mereka agar meningkatkan perekonomian negara mereka. Ada juga sistem yang tidak memperbolehkamn individu memiliki sumber daya negaranya. Itu semua tergantung dari sistem perekonomian yang dipergunakan oleh negara tersebut. Untuk lebih jelasnya Sistem perekonomian telah dikelompokan menjadi beberapa jenis oleh para pakar ekonomi dunia. Kalau mau tahu lebih lanjut silahkan dibaca lagi.
Para ahli Dunia telah menggolongkannya kedalam Tiga 3 bagiamn secara umum yaitu:

Sistem Ekonomi KAPITALISME atau PASAR

Sistem perekonomian ini Menjanjikan kebebasan kepada semua elemen untuk melakukan kegiatan perekonomian. Pada sistem ini semua berhak bersaing secara bebeas tanpa diatur oleh pemerintah ataupun lembaga lain. Hal ini tentu memberikan efek bagi pasar yaitu Harga barang yang tersedia dipasaran terbentuk karena adanya tarik menarik harga alias Bargain atau Tawar menawar, sesuai dengan teori ekonomi mikro. Menurut peulis dalam sistem ini yang memiliki modal lah yang bisa menguasai pasar namun pembeli masih memegang peran penting dalam menciptakan harga. Sistem ekonomi ini mempenyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Kebebasan Penuh dalam Pasar
·         Persaingan bebas
·         Harga ditentukan mekanisme pasar(Bargain)
·         Peran pemerintah sedikit atau terbatas
·         Tingginya egois yaitu mementingkan pihak sendiri
·         Adanya jaminan hak milik

Sistem Ekonomi SOSIALISME atau TERENCANA

Dalam sistem ini seluruh sumber daya negara dimiliki oleh pemerintah dan rakyat bekerja untuk negara, Namun kepemilikan atas sumber daya tersebut adalah sementara karena ketika perekonomian sudah dianggap baik maka pemerintah akan memberikan hasilnya kepada rakyat. Menurut saya sih sistem perekonomian ini cukup berbahaya untuk diterapkan bagi suatu negara karena dalam sistem ini seluruhnya dikuasai negara dan akan dikembalikan lagi ke masyarakat. Kelemahannya Pegawai pemerintah kan juga manusia gawat kalau sampai dikorup*i hasil milik negara. Rakyat yang sudah membantu pun ikut rugi, Intinya sih kelemahannya hanya campur tangan sepihak menguntungkan sepihak juga. Tapi itu masih memakai hati manusia sih mau korupsi apa tidak. Nah itu sih hanya pendapat saya, saya juga masih belajar belum tahu dengan mendetail jadi masih mungkin salah J. Lanjut ke topik kita, Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi sosialis yaitu:
·         Sumber daya dikuasai oleh negara dan kepemilikan individu dan swasta tidak diakui
·         Kegiatan Ekonomi diatur secara penuh oleh pemerintah mulai dari produksi, distribusi bahkan konsumsi.
·         Hasilnya akan dibagikan secara sama rata ke rakyat J
·         Masalah yang timbul semuanya diatasi pemerintah pusat

Sistem Ekonomi CAMPURAN

Sesuai nama yang “Campuran” dinamakan campuran karena sistem ekonomi ini merupakan gabungan dari kebijakan-kebijakan kedua sistem ekonomi yang telah saya bahas sebelumnya. Sistem ini bisa muncul karena adanya kegagalan dari kedua sistem diatas. Dalam sistem ini masalah yang timbul dipecahkan menggunakan mekanisme pasar namun disertai campur tangan dari pemerintah sehingga keputusan tidak diambil secara sepihak. Ciri-ciri dari sistem ekonomi camouran adalah :
·         Pemerintah hanya mencampuri sebagian sektor yaitu hal-hal yang memounyai sangkut paut dengan penguasaan atas kelayakan hidup rakyat
·         Hak milik individu dan swasta terhadap sumber daya diakui namun hak tersebut memiliki syarat, yaitu batasan dari pemerintah
·         Individu bebas berusaha sehingga Individu dapat berkreatifitas dalam mengelolah sumber daya sesuai dengan kemampuan miliknya.

Jadi dari Ketiga jenis sistem perekonomian diatas, Apa yang dipilih oleh Negara kita Indonesia? Mari kita bahas bersama…
Indonesia membentuk sebuah sistem perekonomian baru yang kita kenal dengan nama “SISTEM EKONOMI PANCASILA” Mengapa Indonesia menamainya demikian? Sebagai bangsa Indonesia pasti tau dong kalau Pancasila yang sering kita bacakan saat upacara merupakan dasar alias fondasi dari negara kita. Makanya sistem ekonominya pun menjadikan asas asas pancasila yang “terkendali” sebagai sistem perekonomiannya, Jadi langsung aja Ciri-ciri dari sistem ekonomi Pancasila adalah sbb:
Mekanisme pembentukan harga pasar terkendali
Pemilikan atas Individu diakui namun tidak menguasai hajat hidup laya orang banyak. Jika mengandung unsur itu maka akan dikuasai oleh negara.
Adanya kompetisi atau persaingan antar individu untuk meningkatkan taraf kehidupan masing-masing
Pengelolan ekonomi tidak dikuasai pasar sepenuhnya namun pemerintah juga menguasai bagian BUMN, BUMD serta UKM(Unit Kerja Masyarakat) serta mengatur permodalan.
Keputusan diambila secara Desentralisasi, Musyawarah, serta Mufakat.
Sistem Perekonomian Indonesia telah diatur dan diarahkan oleh Pancasila, Undang-Undang dasar 1945 Terutama pasal 33 serta GBHN Sehingga dalam penerapannya harus menghindari hal-hal negatif sbb:
·         Sistem Persaingan bebas (Free fight Liberalism)
·         Negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan (Sistem Etatisme)
·         Memonopoli (Menguasai kekuatan ekonomi secara sepihak)

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
 Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian:
 Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian. Rumus ekonomi makro
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
C adalah Consumption atau konsumsi kkonsumen

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah. Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu. Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.  Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959. Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar