Sistem perekonomian merupakan sistem
yang digunakan oleh suatu Negara dalam mengolah sumber daya yang terdapat dalam
negaranya baik kepada individu ataupun kepada lembaga yang berdiri dalam negara
tersebut. Ada bermacam-macam sistem perekonomian yang dipergunakan berbagai
negara dalam bumi ini. Perbedaan mendasarnya yaitu pada cara mereka mengolah
sumber daya negara mereka agar meningkatkan perekonomian negara mereka. Ada
juga sistem yang tidak memperbolehkamn individu memiliki sumber daya negaranya.
Itu semua tergantung dari sistem perekonomian yang dipergunakan oleh negara
tersebut. Untuk lebih jelasnya Sistem perekonomian telah dikelompokan menjadi
beberapa jenis oleh para pakar ekonomi dunia. Kalau mau tahu lebih lanjut
silahkan dibaca lagi.
Para
ahli Dunia telah menggolongkannya kedalam Tiga 3 bagiamn secara umum yaitu:
Sistem Ekonomi KAPITALISME atau
PASAR
Sistem
perekonomian ini Menjanjikan kebebasan kepada semua elemen untuk melakukan
kegiatan perekonomian. Pada sistem ini semua berhak bersaing secara bebeas
tanpa diatur oleh pemerintah ataupun lembaga lain. Hal ini tentu memberikan
efek bagi pasar yaitu Harga barang yang tersedia dipasaran terbentuk karena
adanya tarik menarik harga alias Bargain atau Tawar menawar, sesuai dengan
teori ekonomi mikro. Menurut peulis dalam sistem ini yang memiliki modal lah
yang bisa menguasai pasar namun pembeli masih memegang peran penting dalam
menciptakan harga. Sistem ekonomi ini mempenyai ciri-ciri sebagai berikut:
·
Kebebasan Penuh dalam Pasar
·
Persaingan bebas
·
Harga ditentukan mekanisme
pasar(Bargain)
·
Peran pemerintah sedikit atau terbatas
·
Tingginya egois yaitu mementingkan pihak
sendiri
·
Adanya jaminan hak milik
Sistem Ekonomi SOSIALISME atau
TERENCANA
Dalam
sistem ini seluruh sumber daya negara dimiliki oleh pemerintah dan rakyat
bekerja untuk negara, Namun kepemilikan atas sumber daya tersebut adalah
sementara karena ketika perekonomian sudah dianggap baik maka pemerintah akan
memberikan hasilnya kepada rakyat. Menurut saya sih sistem perekonomian ini
cukup berbahaya untuk diterapkan bagi suatu negara karena dalam sistem ini
seluruhnya dikuasai negara dan akan dikembalikan lagi ke masyarakat.
Kelemahannya Pegawai pemerintah kan juga manusia gawat kalau sampai dikorup*i
hasil milik negara. Rakyat yang sudah membantu pun ikut rugi, Intinya sih
kelemahannya hanya campur tangan sepihak menguntungkan sepihak juga. Tapi itu
masih memakai hati manusia sih mau korupsi apa tidak. Nah itu sih hanya
pendapat saya, saya juga masih belajar belum tahu dengan mendetail jadi masih
mungkin salah J. Lanjut ke topik kita, Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi
sosialis yaitu:
·
Sumber daya dikuasai oleh negara dan
kepemilikan individu dan swasta tidak diakui
·
Kegiatan Ekonomi diatur secara penuh
oleh pemerintah mulai dari produksi, distribusi bahkan konsumsi.
·
Hasilnya akan dibagikan secara sama rata
ke rakyat J
·
Masalah yang timbul semuanya diatasi
pemerintah pusat
Sistem Ekonomi CAMPURAN
Sesuai
nama yang “Campuran” dinamakan campuran karena sistem ekonomi ini merupakan
gabungan dari kebijakan-kebijakan kedua sistem ekonomi yang telah saya bahas
sebelumnya. Sistem ini bisa muncul karena adanya kegagalan dari kedua sistem
diatas. Dalam sistem ini masalah yang timbul dipecahkan menggunakan mekanisme
pasar namun disertai campur tangan dari pemerintah sehingga keputusan tidak
diambil secara sepihak. Ciri-ciri dari sistem ekonomi camouran adalah :
·
Pemerintah hanya mencampuri sebagian
sektor yaitu hal-hal yang memounyai sangkut paut dengan penguasaan atas
kelayakan hidup rakyat
·
Hak milik individu dan swasta terhadap
sumber daya diakui namun hak tersebut memiliki syarat, yaitu batasan dari
pemerintah
·
Individu bebas berusaha sehingga
Individu dapat berkreatifitas dalam mengelolah sumber daya sesuai dengan
kemampuan miliknya.
Jadi
dari Ketiga jenis sistem perekonomian diatas, Apa yang dipilih oleh Negara kita
Indonesia? Mari kita bahas bersama…
Indonesia
membentuk sebuah sistem perekonomian baru yang kita kenal dengan nama “SISTEM
EKONOMI PANCASILA” Mengapa Indonesia menamainya demikian? Sebagai bangsa
Indonesia pasti tau dong kalau Pancasila yang sering kita bacakan saat upacara
merupakan dasar alias fondasi dari negara kita. Makanya sistem
ekonominya pun menjadikan asas asas pancasila yang “terkendali” sebagai sistem
perekonomiannya, Jadi langsung aja Ciri-ciri dari sistem ekonomi Pancasila
adalah sbb:
Mekanisme
pembentukan harga pasar terkendali
Pemilikan
atas Individu diakui namun tidak menguasai hajat hidup laya orang banyak. Jika
mengandung unsur itu maka akan dikuasai oleh negara.
Adanya
kompetisi atau persaingan antar individu untuk meningkatkan taraf kehidupan
masing-masing
Pengelolan
ekonomi tidak dikuasai pasar sepenuhnya namun pemerintah juga menguasai bagian
BUMN, BUMD serta UKM(Unit Kerja Masyarakat) serta mengatur permodalan.
Keputusan
diambila secara Desentralisasi, Musyawarah, serta Mufakat.
Sistem
Perekonomian Indonesia telah diatur dan diarahkan oleh Pancasila, Undang-Undang
dasar 1945 Terutama pasal 33 serta GBHN Sehingga dalam penerapannya harus
menghindari hal-hal negatif sbb:
·
Sistem Persaingan bebas (Free fight
Liberalism)
·
Negara serta aparatur ekonomi bersifat
dominan (Sistem Etatisme)
·
Memonopoli (Menguasai kekuatan ekonomi
secara sepihak)
Unsur
kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat
dilihat dari sudut berikut ini:
Pendekatan
faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian:
Pendekatan
untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat
Keynesian. Rumus ekonomi makro
Y
= C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
C adalah Consumption atau konsumsi
kkonsumen
Berdasarkan
humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran
pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang
dilakukan oleh pemerintah. Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari
peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan
penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap
sector usaha.
Pendekatan
sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke
waktu. Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah
terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme. Percobaan untuk
mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan
keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959. Percobaan untuk mengikuti
sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan
ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar